Shallow Water
Sejak mendekati yudisium.. Yang juga mendekati hari pernikahanku.. *menarik napas* segalanya semakin membingungkan bagiku. Seolah tak tahu lagi mana yang harus aku prioritaskan.
Aku hanya berlari dan berlari tanpa tahu ke arah mana kah itu aku melangkahkan kaki. Berharap dengan melakukannya aku telah menyelesaikan hal-hal yang harus aku selesaikan. Terkadang dengan membabi-buta dan sengaja tak singgah di rumah. Pada akhirnya uangku habis dengan percuma.. tanpa jelas juntrungannya.
Tulisanku makin dangkal saja isinya dan aku tak tahu harus menulis apa. My tweets were empty. And my chats semakin sepi saja. I don’t know how. When I think I’m the one who’s supposed to be busy but it seems like no one is ever available to talk to.. to spend time with. Well.. Everyone’s busy with their own problems you know. You should have studied. I thought you were going to study during these abundant free time??
Indeed ya.
Aku berniat untuk mempelajari kembali segala tetek-bengek anatomi, fisiologi, biokimia, dan segalanya di mana aku dapat nilai jelek saat S1 Kedokteran dulu. Berharap aku dapat memperbaiki nasib pasien-pasien yang belum menjadi pasienku. Sehingga aku dapat tidur tenang tanpa gugatan. Bukan uang yang ingin kucari dengan jadi dokter. Karena bila itu yang kucari, tak kan tenang lah tidur ku.. dan tidur keluargaku.
Jadi.. mengapa saat ini aku tidak belajar? Jawabannya.. karena aku bingung. Bingung aku akan mulai dari mana. Tapi kalau tidak dimulai ya tidak akan pernah jadi lah.