Naominesia

Naominesia, my own little (virtual) country.

09 June
0Comments

The First Doodle

So what the heck is this about?

image

In case you’re wondering, or maybe not (I don’t care). It’s my very first doodle. Did it in OneNote. I’m still practicing with the pen. So well.. Practice makes perfect. I will do more later. Since I don’t have to waste lots of paper like I used to. And I could publish it very simply by using my precious new partner!

In case, again, if you’re wondering (or maybe not, I still do not care – since I do wonder if I actually care – or not >> this is getting confusing) with what I’m drawing these.. It’s all thanks to my parents and my husband who worked hard for this baby, HP Touchsmart TM2 1013TX. Now I can draw and write easier and create better presentations (hopefully) using this baby.

Thanks to God! If it ain’t for God’s blessing I would never have one, ever. Please bless me and my “partner” so that nothing bad will come upon us, like the previous precious partner, which was stolen around 3 months ago.

Amen.

09 June
0Comments

Scrabbling is Fun

I like scrabbling. It’s like doodling. It lets your inner heart explore yourself and thus help you being your own self.

I love scrabbling although sometimes it’s like some meaningless writing.

06 April
0Comments

Replacement, but never be the same.

I finally bought a replacement player to accompany me doing exercises, and just to pass the time.

It’s a Chinese MP4 Player, but for me, it is good enough! It’s Advance MP4 Player V4, 4 GB. It’s even cheaper than my Samsung Pebble 1 GB! It has more functions than my last player (jelas, secara yang dulu cuman MP3 player, yang ini MP4 player).

It looks like one of those iPod-look-a-likes, I guess it is one of them. But it was not why I chose to buy it, but because it was cheap and the sound quality was great for its price. To play mp4 files on it seems too.. good to be true, although it could actually play one, but it’s just not satisfactory.

Now what I like about this new player of mine, is it’s ability to record voice. It recorded my piano’s sound better than my Blackberry Javelin or my Sony Ericsson W550i or Sony Ericsson C510! It has less distortion. So.. I wanted to record some of my playing, but then some neighbor called my mom and talked like hours. And it’s already late at night, I can’t possibly play my piano at this time, right?

Finally I just sang. A song that I really like, a song from the movie God Help The Girl. The song is also God Help The Girl. Kinda describes the real me, you know. I’m born to be contrary. Hahahha.. Even one of my friends said more than thrice that I was so contradictory :P

And.. so this is the result: http://www.mediafire.com/?jlzwdzz2gkw

But mind you, I did my best not to show my voice too much, because I’m afraid that I’m not a singer, and my voice rather sounds like a crying cat at night. Darn it. I wish I could have a voice like Celine Dion’s. Hahahhaha.. Well, I should have other gifts, I sure hope :D

I love you my new player! I love the possibilities you have given me. Now I can record my songs and transfer them to computer with ease!

Oh, my player is pink. And doesn’t have that MP4 player text below the LCD. Just V4. I don’t know maybe it’s not original, whatever. That was the best choice I had that time. And I’m thankful to God for this player.

It doesnt look like this. Mine is pink and doesnt have MP4 player text below the LCD.

31 March
4Comments

Godaan

Setiap ada pekerjaan/ tugas penting yang harus diselesaikan, nyaris selalu saja mengalami godaan.

Besok saya ujian mata, yang sudah saya tunda sekitar satu tahun lamanya, terhalang banyak hal.. Dan sekarang saat terancam harus inhal, akhirnya saya terburu-buru menyelesaikannya. Karena kalau tidak selesai dalam minggu ini.. saya sudah bisa dibilang pasti harus inhal, kalau mau ujian.. Oh tidak.. Saya tidak ingin membuang waktu dan uang!

Karena kalau saya inhal, tentunya tidak bisa yudisium April dan ikut UKDI bulan Mei 2010.

Tadi, sekitar satu jam yang lalu, entah kenapa.. saat sedang menyalakan lampu di kebun, saya merasa sangat ingin menikmati kebun indah milik ibu. Minum kopi sambil duduk-duduk. It sounds wonderful! Dan saya lakukan.. Memang sangat menyenangkan.. Sambil terbuai suara jangkrik yang tak henti-hentinya mengisi musik malam, saya terbayang banyak hal yang menyenangkan. Ide usaha untuk saya jalankan setelah menikah nantinya! Tentunya tidak mudah.. Tapi tiba-tiba saja roda yang menggerakkan imajinasi di otak saya berputar kencang bagaikan roda logam yang tak berkarat. Inilah godaan itu. Hal yang nampaknya berguna dan baik, namun prioritasnya sama sekali bukan nomor satu. Untungnya ada yang mengganggu saat-saat imajinatif saya.

Yang mengganggu tadi adalah kesadaran saya.. bahwa ini adalah suatu godaan untuk tidak belajar. Karena besok saya kemungkinan dapat langsung maju ujian, tidak sekedar hanya membuat jadwal ujian saja. Semoga saja dr Tepo SpM berbaik hati memberikan saya kelulusan besok ini.

Bukan waktunya untuk melamun, untuk main game, untuk chatting. Ini adalah saatmu untuk berjuang, Nak! Kapan lagi akan kau selesaikan pertarungan batin dan pikiran yang telah kau tunda-tunda selama satu tahun?

25 March
3Comments

Papan Penunjuk Jalan

Seringkali aku bertanya-tanya..,”apakah wajahku terlihat in particular.. gimana gitu?”

Karena..

1. Saya sering ditanyai orang di rumah sakit “di mana bangsal ini dan di mana ruang itu” Belum lagi kalau kebetulan lagi jalan biasa saja, ditanyai alamat mana gitu yang saya juga tidak tahu.

2. Saya sering jadi giliran orang yang kalau nggak ngasi pengamen, pengamennya marah. Padahal di kendaraan sebelumnya si pengamen masih fine-fine aja.

3. Saya pernah beberapa kali dikira pelayan toko.

Kemudian hipotesis saya..

1. Kayanya ini karena saya berkeliaran di rumah sakit pakai jas koas.

2. Wajah saya tidak nampak cukup bad mood/ galak mungkin ya. Atau wajah saya menstimulasi rasa marah??

3. Saya sering pakai baju hitam dan putih, yang sifatnya resmi.

Hmmmmm…

Ini adalah satu posting yang sangat amat.. TIDAK PENTING!

Wakakakakkaka

25 March
1Comment

Shallow Water

Sejak mendekati yudisium.. Yang juga mendekati hari pernikahanku.. *menarik napas* segalanya semakin membingungkan bagiku. Seolah tak tahu lagi mana yang harus aku prioritaskan.

Aku hanya berlari dan berlari tanpa tahu ke arah mana kah itu aku melangkahkan kaki. Berharap dengan melakukannya aku telah menyelesaikan hal-hal yang harus aku selesaikan. Terkadang dengan membabi-buta dan sengaja tak singgah di rumah. Pada akhirnya uangku habis dengan percuma.. tanpa jelas juntrungannya.

Tulisanku makin dangkal saja isinya dan aku tak tahu harus menulis apa. My tweets were empty. And my chats semakin sepi saja. I don’t know how. When I think I’m the one who’s supposed to be busy but it seems like no one is ever available to talk to.. to spend time with. Well.. Everyone’s busy with their own problems you know. You should have studied. I thought you were going to study during these abundant free time??

Indeed ya.

Aku berniat untuk mempelajari kembali segala tetek-bengek anatomi, fisiologi, biokimia, dan segalanya di mana aku dapat nilai jelek saat S1 Kedokteran dulu. Berharap aku dapat memperbaiki nasib pasien-pasien yang belum menjadi pasienku. Sehingga aku dapat tidur tenang tanpa gugatan. Bukan uang yang ingin kucari dengan jadi dokter. Karena bila itu yang kucari, tak kan tenang lah tidur ku.. dan tidur keluargaku.

Jadi.. mengapa saat ini aku tidak belajar? Jawabannya.. karena aku bingung. Bingung aku akan mulai dari mana. Tapi kalau tidak dimulai ya tidak akan pernah jadi lah.

23 March
0Comments

What happened, happened.

Do you know that what happened..                    Happened?

It happened and it all.. just.. already…                   happened?

“My laptop was stolen along with its bag, lots of goodies in there.”

“Well.. What happened, happened.”

“I wish I did not say such things to her..”

“You know what? What happened.. Happened.”

“I certainly wish I never did that horrible thing to Greybee.”

“I know, but you already did, what happened.. already happened.”

In short.. Becareful with what you do, with what you say.

Once you’ve done/ said it, there is no coming back, taking back what you’ve said, undo what you’ve done. Although things can be forgiven, but it will never be the same, since you already did what you did. Self regret is just pathetic.

There are lots of things I wish I didn’t say or I didn’t do. But it’s all useless now.

*May God bless Greybee, Isabelle, and all the pets I’ve hurt, God please bless them, I ask for your forgiveness.. Please.. Say hello to Greybee, Isabelle, Burger, Pepper.. All those cute creatures.. maybe died in pain mostly because of my incompetence. Please do not let more happen. Please make me, help me be better. Much better. Amen.*

23 March
0Comments

Just A Bit

It was quite a shock, ‘the laptop and bag thingy’ happened to me about sometime ago, yes. I lost inspiration, and I lost motivation, with all the things I had to finish in order to get all my grades ready for the graduation. And then I got ill in one fine Saturday morning, after feeling just a liiiiittttlle bit crappy.. I had to did the ‘human business’ for about 4 times, and then finally felt better. I had exam around 9, still felt good. Thank God, I think God really gave me the chance, God didn’t let me got sick before but quite 2 hours after. All the vomiting and the diarrhea.

Now that I already got better..

I want to write..

I want to write more!

14 March
0Comments

Suatu Kejadian

Pada tanggal 13 Maret 2010,

terjadi hal yang tak kuduga, yang menyakiti betul hati ku ini..

Hari itu adalah hari Sabtu. Hari di mana aku ujian ulang Radiologi, kemudian mengerjakan banner K3M yang lama tertunda bersama 2 mates yang tersisa dari kelompok K3M. Ujian Radiologi dimulai sekitar pukul 10.30 dan selesai kurang lebih pukul 11.30. Setelahnya, kami ditagih oleh dr. Bagas SpRad, tugas yang seharusnya kami kumpulkan minggu sebelumnya (yang sebenarnya sebagian besar dari kelompok Radiologi kami telah kerjakan, namun beberapa anggota belum mengumpulkan – sehingga diputuskan kami menunggu jurnal dari orang-orang tersebut). Maka dengan apa yang ada kami mengumpulkan jurnal tersebut, yang dengan susah payah kami burn ke CD, dengan jasa kawan kami, Hanief yang meminjamkan laptopnya untuk burn CD tersebut. Ia menggunakan software IMG Burning untuk CD burningnya, yang belum pernah aku gunakan sama sekali, butuh bermenit-menit untuk ku mencoba-coba sampai akhirnya aku dapat menemukan opsi yang tepat untuk burn CDnya.

Saat mengumpulkan tugas pada dr Bagas, kami diberi wejangan singkat mengenai hidup kami, yang bagiku memang bermanfaat, karena aku jadi benar-benar terpikir.. bahwa aku ini terlalu amatlah sering menyia-nyiakan waktu. Tak terasa sudah.. Waktu telah menunjukkan pukul 12.30, aku pun memutuskan untuk segera mengundur jadwal mengerjakan tugas K3M. Karena aku lapaaaarrr sekali, dan aku belum makan apa-apa, mana paginya aku mengkonsumsi satu cangkir kopi. Asam lambungku sudah ber’gruwel-gruwel’. Akhirnya disetujui, pukul 13.30 di Radiopoetro – Banner K3M segera kami kerjakan.

Dengan perut yang lapar dan badan yang terasa tak nyaman.. aku mengemudikan mobilku ke rumah. Aku tiba di rumah sekitar pukul 13.00 dan karena hanya akan sebentar sekali di rumah, aku memutuskan meninggalkan tas ranselku saja di jok belakang pengemudi. Masuk dengan langkah tergesa-gesa, didorong rasa lapar dan haus.. kemudian mulailah pembicaraan itu yang separuh turut andil dalam semua ini.

Aku tak ingin memasukkan pembicaraan sial itu ke dalam blog ini. Karena itu adalah memori yang menyakitkan, dan meracuni hati yang ingin menjadi baik. Maka itu aku lewatkan. Namun sakit hati yang ditimbulkannya menyebabkan air mata mengalir tak hentinya dariku. Sehingga pukul 14.00 barulah aku ingat untuk meminta mobil dimasukkan ke garasi, karena pada akhirnya.. aku memutuskan untuk membatalkan kembali pertemuan K3M tersebut.

Tak lama aku meminta tolong untuk mobil dimasukkan.. Aku dipanggil kembali oleh ayahku, karena dikatakan kaca jendela mobil kanan belakang pecah. Sempat dibilang meledak karena kepanasan.. Well.. Ternyata.. Tas ranselku hilang. Simply, tak mungkin meledak karena kepanasan. Ini kejahatan. Ini kriminalitas. Ini pencurian. Ini kemalingan!!!

Dengan harap cemas aku beralih dan masuk ke dalam rumah, mencari tas ransel merah kesukaanku, yang diberikan padaku oleh kakakku yang pertama. Dan aku menangis meraung, karena aku menyadari aku telah kehilangannya, mungkin untuk selamanya. Bersama dengannya.. laptop penuh data hasil jerih payahku selama sekolah S1 di FK UGM dan koas di Sardjito dan RS jejaringnya. Tak lupa di tas itu ada charger laptop, dan juga di dalamnya terdapat pouch kecil dua biji Anna Hindmarch yang aku beli dari Wina sobatku, berisi modem Sierra Wireless seri 885, flashdisk Transcend kapasitas 4 GB berwarna hijau putih, mouse optical Logitech (kenang-kenangan dari jaman ayahku masih bekerja yang diberikan padaku oleh mbak Tina), mp3 player kesayanganku si Samsung Pebble, yang telah membantuku begitu besarnya menjadi kurus dengan olahraga sambil mendengarkan lagu-lagu favorit, beserta adapter untuk chargingnya, sepasang earphone Sennheiser yang aku beli dengan tidak murah juga di Amplaz, sepasang headset BlackBerry original yang belum pernah sekali pun aku gunakan untuk menelpon. Masih juga ada bolpenku. Buku Radiologi Diagnostik yang aku beli, CD asli software Desktop Manager Blackberry yang terselip di buku tulisku. Buku tulis yang berisi catatan2 penting selama aku koas di Radiologi. Penggaris. Dan banyak lagi alat tulis berhargaku.  Tak lupa.. dompet cantik warna ungu dengan gandulan emas yang sangat cantik sekali.. diberikan oleh calon suamiku, berisikan kartu ATM Niaga, ATM Mandiri, ATM BCA, dan sim A beserta sim C. Sial sekali rasanya.. Sial..

Aku tak akan dapat menerimanya kembali sekalipun aku menangis keras-keras. Maling yang sangat egoistis itu pun akan kah mengembalikan barang-barangku? Aku tak peduli kalau laptop dan chargernya dia ambil. Aku hanya ingin tas dan dompetku kembali. Mereka adalah kenangan berhargaku.

Apakah aku sekarang harus merasa tidak aman di rumahku sendiri? Karena kejadian itu di jalan di depan rumahku yang telah aku tinggali berpuluh tahun sejak aku kecil. Sekarang aku harus menyalahkan diriku sendiri dan siapa lagi? Orang-orang yang membuka kos-kosan karena mereka lah yang membuat neighborhood di sekitar rumahku menjadi sangat ramai manusia yang tak dikenal dan diincar para pencuri berhati malas dan nekad?

Maafkan aku bila aku pahit hati. Karena memang aku sedih sekali. Data-data K3M itu sangat aku perlukan. Dan entah apakah aku masih memiliki copynya. Aku tak tahu.

Tolong kembalikan dompet dan tas ranselku.. Aku sangat suka dan mereka adalah kenangan.. Jangan kau rusak tas itu..

KEMBALIKAN TASKU!!!!!!

Tas ranselku yang dicuri orang.

KEMBALIKAN TAS RANSELKU!!!!!

14 March
0Comments

Long live Naominesia!

Hello people,

Let us greet this Naominesia, a new (virtual) country for me to live in!

I find that living in where I currently am is not really pleasant, but where else could I live but here? Naominesia is built as a remembrance to my old blog located in the same URL (http://www.yoshuantari.com) I decided to change the content, fully. Since my old blog had lots of painful memories for me to remember. The same reason this is changed into Naominesia, where I wish all things – good and bad – will be remembered as good history in my life, was a thing happened just yesterday. Let it be discussed in a new post.

Long live Naominesia! Let us hope this is the last (virtual) country my mind will betrothed to.