Pada tanggal 13 Maret 2010,
terjadi hal yang tak kuduga, yang menyakiti betul hati ku ini..
Hari itu adalah hari Sabtu. Hari di mana aku ujian ulang Radiologi, kemudian mengerjakan banner K3M yang lama tertunda bersama 2 mates yang tersisa dari kelompok K3M. Ujian Radiologi dimulai sekitar pukul 10.30 dan selesai kurang lebih pukul 11.30. Setelahnya, kami ditagih oleh dr. Bagas SpRad, tugas yang seharusnya kami kumpulkan minggu sebelumnya (yang sebenarnya sebagian besar dari kelompok Radiologi kami telah kerjakan, namun beberapa anggota belum mengumpulkan – sehingga diputuskan kami menunggu jurnal dari orang-orang tersebut). Maka dengan apa yang ada kami mengumpulkan jurnal tersebut, yang dengan susah payah kami burn ke CD, dengan jasa kawan kami, Hanief yang meminjamkan laptopnya untuk burn CD tersebut. Ia menggunakan software IMG Burning untuk CD burningnya, yang belum pernah aku gunakan sama sekali, butuh bermenit-menit untuk ku mencoba-coba sampai akhirnya aku dapat menemukan opsi yang tepat untuk burn CDnya.
Saat mengumpulkan tugas pada dr Bagas, kami diberi wejangan singkat mengenai hidup kami, yang bagiku memang bermanfaat, karena aku jadi benar-benar terpikir.. bahwa aku ini terlalu amatlah sering menyia-nyiakan waktu. Tak terasa sudah.. Waktu telah menunjukkan pukul 12.30, aku pun memutuskan untuk segera mengundur jadwal mengerjakan tugas K3M. Karena aku lapaaaarrr sekali, dan aku belum makan apa-apa, mana paginya aku mengkonsumsi satu cangkir kopi. Asam lambungku sudah ber’gruwel-gruwel’. Akhirnya disetujui, pukul 13.30 di Radiopoetro – Banner K3M segera kami kerjakan.
Dengan perut yang lapar dan badan yang terasa tak nyaman.. aku mengemudikan mobilku ke rumah. Aku tiba di rumah sekitar pukul 13.00 dan karena hanya akan sebentar sekali di rumah, aku memutuskan meninggalkan tas ranselku saja di jok belakang pengemudi. Masuk dengan langkah tergesa-gesa, didorong rasa lapar dan haus.. kemudian mulailah pembicaraan itu yang separuh turut andil dalam semua ini.
Aku tak ingin memasukkan pembicaraan sial itu ke dalam blog ini. Karena itu adalah memori yang menyakitkan, dan meracuni hati yang ingin menjadi baik. Maka itu aku lewatkan. Namun sakit hati yang ditimbulkannya menyebabkan air mata mengalir tak hentinya dariku. Sehingga pukul 14.00 barulah aku ingat untuk meminta mobil dimasukkan ke garasi, karena pada akhirnya.. aku memutuskan untuk membatalkan kembali pertemuan K3M tersebut.
Tak lama aku meminta tolong untuk mobil dimasukkan.. Aku dipanggil kembali oleh ayahku, karena dikatakan kaca jendela mobil kanan belakang pecah. Sempat dibilang meledak karena kepanasan.. Well.. Ternyata.. Tas ranselku hilang. Simply, tak mungkin meledak karena kepanasan. Ini kejahatan. Ini kriminalitas. Ini pencurian. Ini kemalingan!!!
Dengan harap cemas aku beralih dan masuk ke dalam rumah, mencari tas ransel merah kesukaanku, yang diberikan padaku oleh kakakku yang pertama. Dan aku menangis meraung, karena aku menyadari aku telah kehilangannya, mungkin untuk selamanya. Bersama dengannya.. laptop penuh data hasil jerih payahku selama sekolah S1 di FK UGM dan koas di Sardjito dan RS jejaringnya. Tak lupa di tas itu ada charger laptop, dan juga di dalamnya terdapat pouch kecil dua biji Anna Hindmarch yang aku beli dari Wina sobatku, berisi modem Sierra Wireless seri 885, flashdisk Transcend kapasitas 4 GB berwarna hijau putih, mouse optical Logitech (kenang-kenangan dari jaman ayahku masih bekerja yang diberikan padaku oleh mbak Tina), mp3 player kesayanganku si Samsung Pebble, yang telah membantuku begitu besarnya menjadi kurus dengan olahraga sambil mendengarkan lagu-lagu favorit, beserta adapter untuk chargingnya, sepasang earphone Sennheiser yang aku beli dengan tidak murah juga di Amplaz, sepasang headset BlackBerry original yang belum pernah sekali pun aku gunakan untuk menelpon. Masih juga ada bolpenku. Buku Radiologi Diagnostik yang aku beli, CD asli software Desktop Manager Blackberry yang terselip di buku tulisku. Buku tulis yang berisi catatan2 penting selama aku koas di Radiologi. Penggaris. Dan banyak lagi alat tulis berhargaku. Tak lupa.. dompet cantik warna ungu dengan gandulan emas yang sangat cantik sekali.. diberikan oleh calon suamiku, berisikan kartu ATM Niaga, ATM Mandiri, ATM BCA, dan sim A beserta sim C. Sial sekali rasanya.. Sial..
Aku tak akan dapat menerimanya kembali sekalipun aku menangis keras-keras. Maling yang sangat egoistis itu pun akan kah mengembalikan barang-barangku? Aku tak peduli kalau laptop dan chargernya dia ambil. Aku hanya ingin tas dan dompetku kembali. Mereka adalah kenangan berhargaku.
Apakah aku sekarang harus merasa tidak aman di rumahku sendiri? Karena kejadian itu di jalan di depan rumahku yang telah aku tinggali berpuluh tahun sejak aku kecil. Sekarang aku harus menyalahkan diriku sendiri dan siapa lagi? Orang-orang yang membuka kos-kosan karena mereka lah yang membuat neighborhood di sekitar rumahku menjadi sangat ramai manusia yang tak dikenal dan diincar para pencuri berhati malas dan nekad?
Maafkan aku bila aku pahit hati. Karena memang aku sedih sekali. Data-data K3M itu sangat aku perlukan. Dan entah apakah aku masih memiliki copynya. Aku tak tahu.
Tolong kembalikan dompet dan tas ranselku.. Aku sangat suka dan mereka adalah kenangan.. Jangan kau rusak tas itu..

Tas ranselku yang dicuri orang.
KEMBALIKAN TAS RANSELKU!!!!!