Yang terbaik?
Dec 6th, 2009 Posted in Bersyukur | one comment »I was actually felt quite surprised when I saw some people post comments about my man. Not sure whether it’s about me and my man or not. Since there’s a lot of stupid people in the Internet these days. People who like spamming people’s blogs.
sai says:
November 1, 2009 at 3:16 PM (Edit)TIGGALKAN PACARMU……..
SEBELUM KAU MENYESALI KEPUTUSANMU…..
BERPIKIRLAH…………….
and this other one:
HOKAGE says:
November 1, 2009 at 3:20 PM (Edit)MASIH BANYAK LELAKI BAIK DI DUNIA INI……
Since I haven’t checked my blog for quite a long time, I was quite surprised by the thing. Hahaha.. It’s quite funny that I never got any kind of this message before. I think it’s kinda stupid, too! Hahahaha.. Which is why I want to write a thing that had been there, in my mind, long before I knew anyone wrote such comments in my blog.
I think, it’s kind of funny, when I hear people say,”Aku bukan yang terbaik bagi mu,” or ,”Apa kamu yakin bahwa aku yang terbaik untuk mu?” Whether it’s from sinetron, or from real life, or from movies, or from songs.. I think it’s kinda retarded in some ways. Okay, I know that some people are convinced that I am weird, and a bit abnormal. I think they are well convinced
*teehee* I am weird, and am proud to be myself, and not to push my own personality to be acquainted as normal by the society.
I don’t think that there’s any one who’s best for us. Remember that no one is perfect. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Remember? I heard that lousy cliche everywhere. People say,”I’m not perfect.” And we can hear this statement everywhere, anywhere, and especially on interviews. Quite often. Hm.
And thus.. I started thinking, that there is no one best for others. Yang ada hanya lah kita menerima mereka menjadi yang terbaik bagi kita. Karena bagaimana pun baiknya seseorang tetap ada kelemahannya. Dari segi apa pun itu.
Terus, kalau dipikir begitu, bukan kah akan selalu ada orang yang baik untuk kita, banyak yang lebih baik lagi, dan akan terus begitu? Karena manusia itu selalu menginginkan yang lebih baik, serakah untuk yang terbaik. Namun akhirnya orang yang bijaksana akan menyadari, bahwa yang terbaik akan terjadi ketika kita mencukupkan sesuatu untuk diri kita sendiri. Ketika kita mensyukuri bahwa apa yang kita miliki sudah cukup. Kita tidak akan ingin korupsi, bila itu tentang uang, dan kita tidak akan mengingini wanita lain, bila kita adalah seorang suami, dan kita tidak akan mengingini pria lain, bila kita adalah seorang istri. Karena prinsipnya adalah bersyukur.
Dan yang Tuhan berikan pasti adalah yang terbaik bagi kita, sekalipun, sering kali kita tidak dapat melihat di mana kah letak sisi yang terbaik itu bagi kita. Karena itu.. aku berpikir, bahwa manusia itu harus berhenti sebentar dan melihat, bahwa yang terbaik itu, sebenarnya pada sendirinya, tidak ada. Hanya akan terwujud ketika kita mensyukuri apa pun itu yang telah kita dapatkan dan miliki.
Tentu saja ini tidak sama dengan menginginkan untuk berkembang dan menjadi lebih baik, seperti di dalam pekerjaan, maupun di dalam sekolah, di mana kita menginginkan untuk memperoleh nilai yang paling tinggi di kelas. Keinginan untuk berkembang berbeda dari keserakahan. Aku rasa wajar saja bila orang ingin memiliki yang terbaik, itu adalah sifat dasar manusia yang dapat berkembang menjadi keserakahan. Namun kita tetap harus ingat, bahwa banyak di dalam hidup ini, yang terbaik itu tidak eksis, yang ada adalah kita menjadikan sesuatu itu yang terbaik bagi kita sendiri. Dengan bersyukur.
Aku bersyukur aku mengenal Yesus, yang telah membuka mataku, terhadap keanekaragaman, dan bagaimana kita hidup di dunia ini tidak sekelompok atau setipe saja, untuk percaya bahwa bukan hanya kelompok kita yang terbaik, namun semua itu baik. Aku bersyukur aku dilahirkan di keluargaku, yang mengajarku berbagai hal yang baik, aku bersyukur.. aku mengenal laki-laki itu, yang membuatku sadar akan kehidupan yang indah, namun tidak selalu dipenuhi hal-hal yang indah, yang membuatku sadar akan kerasnya dunia, dan betapa jahatnya kenyataan. Namun di tengah semuanya yang jahat dia menjadi sisi yang indah pada kehidupan ini, yang membuatku benar-benar menyadari bahwa di dunia ini manusia tidak hidup sendirian, namun bersama dengan komunitasnya, bersama dengan komunitas lain, bersama dengan alam, bersama dengan alam semesta.
Betapa aku dulu ini anak yang naif sekarang menjadi lebih dewasa hanya dengan bersamanya.. Dan memang betapa banyak kita dapat memilih siapa dan apa, namun apa yang telah kupilih dan Tuhan berkati, itu lah yang terbaik bagiku, yang kubuat menjadi TERbaik.
Kurasa manusia sering dan sangat sering, egois. Ingin yang terbaik in one catch. Tidak mau mengembangkan sesuatu menjadi yang terbaik. Aku rasa kebahagian yang bertahan lama didapat dari mengusahakan sesuatu. Dan itu lah yang telah terjadi denganku. Aku mengusahakan sesuatu, yang tidak kudapat dengan mudah sama sekali. Bahkan merupakan salah satu tantangan terbesar di dalam hidupku. Namun dengan jerih payah yang luar biasa, yang dapat membuat orang putus asa, aku terus berjalan ke masa depan yang aku percaya aku dapat kembangkan menjadi luar biasa baik, dan aku tengah menuai kebahagiaan. Ini baru yang paling awal. Dan proses itu tak pernah berhenti. Dan penuaian itu pun tak berhenti.
Terima kasih pada Tuhan, Bapaku, yang selalu merawatku, sekalipun di jalan-jalan tertentu ku telah tinggalkan Mu, namun Bapa, tak pernah sekali pun tinggalkan ku. Di jalan berduri dan berbatu tajam, di lorong yang gelap dan sepi, dan di tempat ramai yang membingungkan, Bapa selalu bersamaku, kuatkan ku, dan kuatkan kami.
Terima kasih Bapa, segala kemuliaan ada padaMu. Amin.

Yoshuantari's Wall RSS Feed